Minggu, 30 Oktober 2011

Proses Organisasi


Ada 2 Proses pada organisasi yaitu:

a.       Proses Mempengaruhi
b.      Proses Pengambilan Keputusan


Proses Mempengaruhi

Pengertian Pengaruh
Pengaruh adalah kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.
Elemen-elemenprosesmempengaruhi
a.orang yang mempengaruhi (0)
b.metode mempengaruhi (→)
c.orang yang dipengaruhi (p)

Jadi proses mempengaruhi : 0 →p


Metode mempengaruhi
a.Kekuatan fisik
b.Penggunaan sanksi (positif/negatif)
c.Keahlian
d.Kharisma (daya tarik)

DaerahPengaruh
Daerahpengaruh mencakup hubungan-hubungan:
a. Antara perseorangan
b. Kelompok dengan seseorang
c. Seseorang dengan kelompok

Proses Mempengaruhi
Hubungan antara Kekuasaan dan Pengaruh:

a.AnalisisFrench-Raven
b.AnalisisEtzioni
c.AnalisisNisbel                                         

Proses Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara berbagai alternatif.
Konsep Pengambilan Keputusan
•Identifikasi dan diagnosis masalah
•Pengumpulan dan analisis data yang relevan
•Pengembangan & evaluasi alternantif
•Pemilihan alternatif terbaik
•Implementasi keputusan & evaluasi terhadap hasil –hasil


Tipe –Tipe Keputusan Manajemen

•Keputusan-keputusanperseorangan dan strategi
•Kepusan-keputusan pribadi & strategi
•Keputusan-keputusan dasar & rutin

a.Model-model Pengambilan Keputusan
•Relationalitas Keputusan
• Model-model perilaku pengambilan keputusan

                        
b.Teknik Pengambilan Keputusan
•Teknik -teknik Kreatif: Brainstorming & Synectics
•Teknik -teknik Partisipatif
•Teknik -teknik pengambilan keputusan Modern : Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal
Model-model perilaku pengambilan keputusan


http://lista.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/22303/P+9%2610+proses-organisasi.pdf

konflik organisasi

Dalam organisasi terdapat pemimpin dan anggota. Antara pemimpin dan anggota pasti memiliki pemikiran yang berbeda. Bila tidak ditangani dengan baik maka akan menjadi konflik yg ada di dalam organisasi.

Konflik Organisasi
ž  Munculnya konflik dlm organisasi tidak selalui bersifat negatif. Konflik bisa dijadikan alasan untuk mengadakan perubahan dlm keorganisasian.
ž  Tingkat-tingkat Konflik
ž  Sebab-sebab Konflik
ž  Situasi-situasi Konflik dalam Organisasi
Tingkat-tingkat konflik
ž  Konflik intra perorangan
ž  Konflik antar perorangan
ž  Konflik antar kelompok
ž  Konflik antar keorganisasian
Konflik intra perorangan
ž  Konflik ini muncul dlm diri seorang individu dgn pemikirannya sendiri
ž  ( individu mengalami semacam tekanan-tekanan dlm dirinya sendiri secara emosional ).

Konflik antar perorangan
ž  Terjadi antara  satu individu dengan individu lain atau lebih, biasanya disebabkan oleh adanya perbedaan sifat & perilaku setiap orang dalam organisasi.

Konflik antar kelompok
ž  Terjadi apabila diantara unit-unit kelompok mengalami pertentangan dengan unit-unit dari kelompok lain, pertentangan ini bila berlarut-larut akan membuat koordinasi & integrasi kegiatan menjadi terkendala/mengalami kesulitan.


Sebab-sebab Konflik
ž  Persaingan terhadap sumber-sumber daya yg langka
ž  Ketergantungan tugas (interdependence)
ž  Kekaburan batas-batas bidang kerja
ž  Kriteria kinerja yg tidak sesuai
ž  Perbedaan-perbedaan Tujuan & Prioritas
Situasi-saituasi konflik dlm organisasi
ž  Tipe-tipe  Situasi Konflik
ž  Fase-fase Konflik
Tipe-tipe situasi konflik :
ž  KONFLIK VERTIKAL, konflik terjadi antara atasan & bawahan
ž  KONFLIK HORIZONTAL, terjadi antara sesama karyawan atau kelompok yg berada pd hierarkhi yg sama
ž  KONFLIK GARIS STAFF, bila konflik terjadi antara staf pada bidang tertentu.
ž  KONFLIK  PERANAN, terjadi bila komunikasi  antar anggota tidak kompetibel bagi pemegang peranan.
Fase-fase Konflik
ž  FASE KLASIK, konflik bisa muncul tapi bersifat sementara & hrs diselesaikan fihak manajemen.
ž  FASE HUB. ANTAR MANUSIA, konflik itu ada tapi bisa dihindari & perlu di atasi
ž  FASE KONTEMPORER, konflik adl hal  yg tak dpt dihindari dari kehidupan organisasi. Konflik  mrp kenyataan hidup yg hrs dipahami & bukan ditentang.
MANAJEMEN KONFLIK
ž  MENGELOLA KONFLIK BERARTI KITA HRS MEYAKINI BAHWA KONFLIK MEMILIKI PERAN DLM RANGKA PENCAPAIAN SASARAN SECARA EFEKTIF & EFISIEN.
ž  MENGELOLA KONFLIK PERLU SKALA PRIORITAS, AGAR TIDAK MENIMBULKAN KEKACAUAN DLM KOORDINASI & INTEGRASI ANTAR FUNGSI/DIVISI DLM ORGANISASI
3 HAL POKOK DALAM KONFLIK
ž  KONFLIK berkaitan dengan PERILAKU terbuka, bisa muncul karena adanya ketidaksetujuan antar individu & kelp yg dibiarkan memuncak.
ž  KONFLIK muncul karena ada 2 PERSEPSI yang berbeda
ž  ADANYA PERILAKU yg dilakukan secara sadar oleh salah satu fihak UNTUK MENGHALANGI tujuan fihak lain

METODE PENYELESAIAN KONFLIK
DOMINASI & PENEKANAN
ž  DOMINASI atau KEKERASAN yang BERSIFAT PENEKANAN OTOKRATIK. Ketaatan harus dilakukan oleh fihak yang kalah pada otoritas yang lebih tinggi atau kekuatan yang lebih besar.
ž  MEREDAKAN atau MENENANGKAN, metode ini lebih terasa diplomatis dlm upaya menekan dan meminimalkan ketidaksepahaman.
KOMPROMI / JALAN TENGAH
ž  PEMISAHAN, pihak-pihak yg berkonflik dipisah sampai menemukan solusi atas masalah yg terjadi
ž  ARBITRASI, adanya peran orang ketiga sbg penengah untuk penyelesaian masalah
ž  Kembali ke aturan yang berlaku saat tdk ditemukan titik temu antara kedua fihak yg bermasalah.
PEMECAHAN MASALAH INTEGRATIF
ž  KONSENSUS, sengaja dipertemukan untuk mencapai solusi terbaik, bukan hanya menyelesaikan masalah dgn cepat
ž  KONFRONTASI, tiap fihak mengemukakan pandangan masing-masing secara langsung & terbuka.
ž  PENENTU TUJUAN, menentukan tujuan akhir kedepan yang lebih tinggi dengan kesepakatan bersama.


refrensi
http://luluk.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9031/Pertemuan+keduabelas.ppt